Sepertinya terlalu banyak kenangan yang kita alami Sampai akhirnya saat ini aku lupa apa saja itu Namun, jika ada jejak-jejak kenangan itu aku tersenyum Gambar, suara, tingkah laku, tulisan hingga ingatan Aku hampir saja berdalih aku sudah melupakannya Saat aku menemukan suaramu semua kembali Perasaanku sudah hinggap di mana? Aku juga sudah tak tau sudah ada di mana Aku jarang menulis surat Lebih jarang lagi dikirimi surat Kau mengirimkannya saat itu Sederhana, namun membuat tersenyum Kau sudah sangat pantas pada posisimu sekarang Aku tak pernah mengharap lebih darimu Dari yang terkasih hingga nanti Hingga ada puncak yang sama-sama kita daki Aku menantimu di sana Sebagai seorang partner Sebagai seorang terkasih Sebagai cerminan diriku yang pernah terjatuh karenamu[srjd] Jakarta, 20 Juni 2015
Ini semacam sajak, mungkin. Random, "ya, namanya juga sajak!" Racauku tak jelas. Jelaslah kau menemukan keacak-acakan di tulisan ini. Dunia ini tidak selalu teratur dan lurus, jadi nikmatilah, ini tulisanku.