Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

Menyaru

Benar! Yang sebelumnya hanya secuil, ya secuil saja Baru saja manusia-manusia itu merasakannya Tertunduk lemas tak berdaya walau telah berupaya Yang akhirnya manusia itu mencoba menyatu Tidak hanya menyatu, bahkan menyaru seakan sahabat Menjadi kerinduan, semua delegasi kejiwaan berjibaku Meyakinkan kecintaan terhadap keresahan yang ada Namun semua belum selesai Masih banyak alam yang harus disarukan sebagai sahabat.[srjd] Lembar, 31 Januari 2014

Secuil

Aku merasa kuat, menantang deras arus yang lancang kepadaku Membuat ku tetap harus tak bergeming saat mataku mengadu Cerita indah, cerita buruk semua lenyap dalam birunya tumbuh Yang elok, yasudah Yang tak elok, lupakan Semuanya hanya ada yang tadinya memang sudah diadakan Terakhir sadar, walaupun ia tak mampu menyentuhku Itu hanya karena aku menjaga jarak dengan keindahan itu Nyatanya itu hanya secuil geraman, benar-benar hanya secuil Yang menyadarkan bahwa aku mudah diganyang.[srjd] Bloo Lagoon, 30 Januari 2014

Tertanggul

Sejalan dengan adanya kemanusiaan Hanya tumpukan batu yang terkungkung besi tipis ringkih Menjalin kesatuan demi terjalinnya keamanan Namun, tiada rasa aman, tiada rasa adil Dimanakah empunya air keruh bercampur lumpur ini Mungkin, memang telah ditakdirkan oleh Tuhan Namun ku percaya, Tuhan tidak sekejam itu Sesungguhnya tangan kejam manusialah yang menyebabkan Rindu, ya rindu ketenangan Ketenangan hamparan manusia yang menatih hidup Apakah ini melawan alam? Apakah ini ketidak adilan? Apakah ini takdir Tuhan?[srjd] Sidoarjo, 29 Januari 2014

Sedikit Berserapah

Bersepuh dan bersimpuh kepada surya yang enggan muncul Hanya ingin menikmati besi panjang yang enggan putus Lama kelamaan aku hanya dapat melihat dengan hatiku Sampai atau tidak, biarkan alam yang membimbingku Setiap kejutan rasa menggalang setiap paduan kepedihan Rasa, kalimat, aku, menggubah tawa menjadi tangis dan caci Aku, ingin membenci tapi aku tak boleh memiliki rasa benci Setidaknya Tuhanku telah meniscayakan itu Dia ingin ku buang, ada dua, hanya dua saja biar nanti hilang Di laut mungkin, ya aku tidak berharap juga, namanya aku jahat Keserasian otak dan hati hanya berharap Semua indah dan semua tak sekacau yang telah terpikirkan.[srjd] Surabaya, 29 Januari 2014

Cecenguk Alam

Pagi dalam sembahyang Bermalam dalam doa Ini perjalanan cecenguk baru ranum Menghampiri hal yang tidak diketahui Hanya berharap alam merengkuh sopan Namun, cecenguk itu selalu percaya Sibernetika itu ada, sibernetika itu nyata Pada akhirnya, yang baiklah yang selalu berucap Yang baiklah yang selalu dipikir Yang baiklah yang selalu memberi contoh Membuat kembali berharap segalanya kembali Dari sini, menuju kehidupan yang gaduh, selalu.[srjd] Yogyakarta, 29 Januari 2014

Jatuh Cinta

Sesungguhnya, aku rada benci dengan jatuh cinta Namun, itu menyenangkan Anomali setiap harinya, jari jemari berlilit bagai tali Paradoks pikiran yang menyebalkan namun menggugah senyum Aku benci jatuh cinta tapi aku bahagia jatuh cinta Jatuh cinta biasa saja, namun tidak biasa dalam hati Aku berjibaku dengan hal irasional, tapi aku kehilangan pikirku Aku..bingung, jatuh cinta kah aku? Atau pengalihan isu?[srjd] Yogyakarta, 21 Januari 2014

Teruntuk Irene 7

Sudah lebih dari satu, ini jika terhitung telah ganjil Ganjil yang tajam bak celurit sang pencabut nyawa Kerasan menggapai ketentuan yang sebelumnya tidak disetujui Jika masih, akan sudah tiada lagi, jika sudah, akan dimulai lagi Bukan mencoba tak berjalan lagi, ini memang ketentuan yang sudah Tuju bersama setiap kata sudah tiada berada lagi Cukupkan ini menjadi yang entah tidak ku ketahui Namun akan terjadi, sesuai permintaanmu Jika dunia ini masih bulat, aku yakin pasti ada pertemuan Dalam setiap rasa, dalam yang nyata atau sebuah abstraksi. Hai, irene, maaf telah banyak mengganggu, ini sapaan terakhirku, mungkin, terima kasih..[srjd] Yogyakarta, 19 Januari 2014

Teruntuk Irene 6

Kerasa kemakzulan yang terintimidasi keresahan Jiwa yang seharusnya berkaca justru sekarang tertatih Untuk apa kegilaan akan batuan penyelamat dikukuhkan Tiada satu kerasa, tiada yang lain pun kerasa Satu per satu kerisauan menjadi satu. Selamat malam, irene..[srjd] Jakarta, 18 Januari 2014

Teruntuk Irene 5

Dua rasa adalah menyoal sahut menyahut Tiga rasa adalah menyoal tulus dan menulusi Empat rasa adalah menyoal kemana yang harus ditetapi Tapi satu rasa adalah menyoal penyatuan rasa yang majemuk. Kembali, selamat malam, irene..[srjd] Jakarta, 17 Januari 2014

Teruntuk Irene 4

Seritih menyembunyikan segala macam keikhlasan Menggugah keresahan akan napas yang mungkin berhenti Menerawang kejejalan setiap permasalahan yang terjadi Menggunakan ego yang terlampau sudah jalan pergi Hingga akhirnya, duniapun menggalang keadaannya sendiri. Malam, kau masih enggan menyapa, irene..[srjd] Jakarta, 16 Januari 2014

Teruntuk Irene 3

Jika dunia sudah hendak memutar badannya Tiada serapah mampu membalikkannya Jika dunia hendak beguncang tatkala dicamkan Tiada nafas mampu menggulingkan ketetapan. Malam, yang masih bungkam..[srjd] Jakarta, 15 Januari 2014

Teruntuk Irene 2

Kunciku hilang, entah terbawa entah memang jatuh Pada hari rabu, hari dimana tangisan pertama kali di dengar Selasar pencarian, kurasa menggugah setiap pertanyaan Enigma bermunculan, pengalaman nan baru dikisahkan Aku bahkan belum melihatnya, namun sudah merasakannya Teruntuk kebenaran, semoga terbuka jalannya, banyak yang ingin disampaikan. Selamat malam irene, gadis yang masih enggan disapa..[srjd] Jakarta, 14 Januari 2014

Teruntuk Irene

Kalau dunia sedang merengkuh, bagaimana jiwa bisa meninggi di awan Keserasian hidup ada pada seseorang yang berkawan Bukankah kau pernah menyetujui, kalau yang terbaik dan gratis salah satunya berteman Gumpalan ketentuan membentuk sejuta persyaratan Rentangan pujian hendak kembali kepada empunya pangkuan Kembali ke awal, bagaimana bisa terutas perjalanan. Selamat malam, kau yang masih bungkam..[srjd] Jakarta, 13 Januari 2014

Benci Tak Terlihat

Aku benci rasa ini! Galau tak menentu, aku benci galau! Aku sudah move on dari galau! Namun seakan kau hadir, hadir langsung mampir ke hati Aku tak dapat menolak, hanya kau yang teramat sulit dijangkau Aku galau, sejatinya ku belum pernah bertemu dengannya Ini pertama kali kurasa, tidak menyenangkan, amat menyiksa Aku tak ingin begini, namun hatiku menghantarkanku kesini Aku benci! Kau tak menoleh, membuat ku makin sakit karena rasa ini Aki benci, sungguh benci rasa ini![srjd] Jakarta, 13 Januari 2014

Kembalinya Cinta

Aku tahu inilah cinta Membuat gelisah tak menentu, awalnya bahagia, esoknya bersedih Fluktuasi ketentuan yang benar tak berarah dalam kesetiaan Dulu, aku bilang, aku takut jatuh cinta, sepertinya Tapi kulakukan lagi sekarang, terjadilah hal yang seperti ini Menggumamkan segala kisah serapah memerintah Mencukil setiap hal yang tadinya paten dalam otak beserta jiwa Kalut, gamang, resah, sepi, ramai, gelisah Semua semaunya saja Tapi, aku memang sedang menikmatinya, rasa yang dulu hilang ini Selamat datang kegalauan Selamat datang CINTA![srjd] Jakarta, 13 Januari 2014

12 Januari 2014

Sungguh, aku tak paham lagi yang terjadi Rasanya, aku disodorkan oleh alam Alam yang sering menjadi tempat aku bercerita Aku menemuinya, tak dinyana, aku menjadi pemandunya Dia pergi, aku hanya bisa menatapnya, yang jalan hampir di posisi terakhir Jahatnya, ku tak mau melepaskan pandangku kepadanya, tidak! Aku rasa, posisiku di atas, aku dapat, petunjuk awal tuk menemuinya Lama tersimpan, diselingi oleh orang-orang lain 12 Januari 2014, aku mulai penasaran, siapa dia? Padahal, sudah hampir sebulan ku mendiamkannya tanpa tindakan Ku mencari identitasnya, yang penuh, sulit namun kutemukan Saking sulit, hanya ku raba namanya, lalu ku tertidur Lucu! Dia hadir di mimpiku, begitu manis hingga ku tak mau meninggalkan mimpiku Ceritanya singkat, aku lupa beberapa bait mimpiku itu Yang kuingat berhubungan dengan burung, topi, keluarga dan usapan tangan yang menurunkan topiku hingga mataku tertutup sebelah Manis! Teramat manis! Aku makin penasaran, kutanya temank...