Bersepuh dan bersimpuh kepada surya yang enggan muncul
Hanya ingin menikmati besi panjang yang enggan putus
Lama kelamaan aku hanya dapat melihat dengan hatiku
Sampai atau tidak, biarkan alam yang membimbingku
Setiap kejutan rasa menggalang setiap paduan kepedihan
Rasa, kalimat, aku, menggubah tawa menjadi tangis dan caci
Aku, ingin membenci tapi aku tak boleh memiliki rasa benci
Setidaknya Tuhanku telah meniscayakan itu
Dia ingin ku buang, ada dua, hanya dua saja biar nanti
hilang
Di laut mungkin, ya aku tidak berharap juga, namanya aku
jahat
Keserasian otak dan hati hanya berharap
Semua indah dan semua tak sekacau yang telah terpikirkan.[srjd]
Surabaya, 29 Januari
2014
Comments
Post a Comment