Skip to main content

Bagaimana Tidak Senang

Bagaimana tidak senang
Jika pujaan memberiku pujian

Bagaimana tidak senang
Jika pujaan memberiku pertanda

Bagaimana tidak senang
Jika pujaan bercanda akrab denganku

Bagaimana tidak senang
Jika pujaan menyanjung diriku

Bagaimana tidak senang
Jika pujaan kerap melontarkan senyum manis

Bagaimana tidak senang
Jika pujaan selalu percaya kepadaku

Bagaimana tidak senang
Jika pujaan datang memilihku untuk berbagi

Bagaimana tidak senang
Jika pujaan kembali kepadaku saat lama tak bicara

Bagaimana tidak senang
Jika pujaan berkata nyaman kepadaku

Bagaimana tidak senang
Jika pujaan baru saja memberikan kejelasan

Bagaimana tidak senang
Jika pujaan terus menghiburku

Bagaimana tidak senang
Jika pujaan merangkulku dikala masalah begitu pelik

Bagaimana tidak senang?


Jakarta, 19 Mei 2014

Comments

Popular posts from this blog

Kepada Adinda

Aku, sejuta bintang kian meredup Meresahkan rasa yang luluh dalam gelap Mengesankan api yang padam dalam dingin Merangkul kata pahit, menyangkal kepedihan Aku, sejuta bulan yang sudah tak berharga Sinarku kini tak ubahnya mainan dari cina Terperanjat dalam kesedihan begitu banal Ode pengusir rindupun, sirna ditelan amarah Tapi, semua hanya khayal Khayalan tengah malam yang gusar Memeluk indahnya rengkuhan cinta Berhias permata dari bidadari yang jatuh ke bumi Aku melipirkan kata-kata ini Sebagai pengantar kau ke alam mimpi Alam dimana kau bisa melakukan segalanya Selamat tidur, dinda, wanita penuh kelembutan Jakarta, 21 April 2014

"4L4Y" Doktrin? Ideologi? Kontroversi? Fenomena? Gaya Hidup? Pengotoran Mental?

  GAMBARAN UMUM 4L4Y (Alay) mungkin istilah yang tak asing lagi di dengar dewasa ini, sebenarnya apa sih alay? Awalnya alay itu adalah sebutan untuk "Anak Layangan", Anak Layangan dicirikan sebagai figur atau orang yang agak kurang terurus, biasanya Anak Layangan itu berambut merah karena terbakar matahari, berbau badan yang tak sedap dikarenakan mereka bermain di terik matahari, dan tubuhnya yang sedikit dekil karena terlalu banyak bermain, namun seiring berjalannya waktu terjadi pergeseran mindset untuk istilah Alay, sperti yang kita ketahui Alay dewasa ini adalah sebutan untuk orang yang berpenampilan Norak, Memaksakan Style, Berkata dengan Perkataan yang Khusus. Penulis bersama rekan melakukan Riset untuk hal ini. Didapatkan seseorang yang dijadikan sampel Riset, Penulis melakukan Riset melalui via Facebook, Responden tersebut memiliki 1.199 orang teman dalam akun Facebooknya, setelah Penulis menelusuri dan mendapatkan hampir 60% teman di akun Facebookya dapat dikate...