Pagi, wahai wanita besar Dirimu yang tak lekang oleh gundah gulana Kepalamu yang tetap tegak dalam perapian kegamangan Kakimu yang tetap melangkah di tengah api yang dingin Siang, wahai wanita besar Tubuhmu yang terpatri indah dalam balutan terik Senyum yang seakan tak pernah lekang oleh ruang Hati yang selalu kuat dalam hal kerasan dunia Malam, wahai wanita besar Indah kelopakmu tergambar dalam otak ini Tawamu yang manis mengumandangkan rasa cinta Pelukanmu yang terasa bahkan saat aku tak sadarkan diri Kau tau, dirimu indah Hati ini sebenarnya harus ada dirimu di dalamnya Bahkan nafas ini, bergelora panas saat tiadamu di pikiranku Ini indah, akan selalu Namun percayakan, kepada diri nista ini Dunia menggiring keberadaan kita Nian bersama nelangsa berdua[srjd]
Ini semacam sajak, mungkin. Random, "ya, namanya juga sajak!" Racauku tak jelas. Jelaslah kau menemukan keacak-acakan di tulisan ini. Dunia ini tidak selalu teratur dan lurus, jadi nikmatilah, ini tulisanku.