Pagi, wahai wanita besar
Dirimu yang tak lekang oleh gundah gulana
Kepalamu yang tetap tegak dalam perapian kegamangan
Kakimu yang tetap melangkah di tengah api yang dingin
Siang, wahai wanita besar
Tubuhmu yang terpatri indah dalam balutan terik
Senyum yang seakan tak pernah lekang oleh ruang
Hati yang selalu kuat dalam hal kerasan dunia
Malam, wahai wanita besar
Indah kelopakmu tergambar dalam otak ini
Tawamu yang manis mengumandangkan rasa cinta
Pelukanmu yang terasa bahkan saat aku tak sadarkan diri
Kau tau, dirimu indah
Hati ini sebenarnya harus ada dirimu di dalamnya
Bahkan nafas ini, bergelora panas saat tiadamu di pikiranku
Ini indah, akan selalu
Namun percayakan, kepada diri nista ini
Dunia menggiring keberadaan kita
Nian bersama nelangsa berdua[srjd]
Comments
Post a Comment