Aku, sejuta bintang kian meredup
Meresahkan rasa yang luluh dalam gelap
Mengesankan api yang padam dalam dingin
Merangkul kata pahit, menyangkal kepedihan
Aku, sejuta bulan yang sudah tak berharga
Sinarku kini tak ubahnya mainan dari cina
Terperanjat dalam kesedihan begitu banal
Ode pengusir rindupun, sirna ditelan amarah
Tapi, semua hanya khayal
Khayalan tengah malam yang gusar
Memeluk indahnya rengkuhan cinta
Berhias permata dari bidadari yang jatuh ke bumi
Aku melipirkan kata-kata ini
Sebagai pengantar kau ke alam mimpi
Alam dimana kau bisa melakukan segalanya
Selamat tidur, dinda, wanita penuh kelembutan
Jakarta, 21 April 2014
Comments
Post a Comment