Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2012

Ini Adalah Kehidupan

Jika ini adalah kehidupan maka rambutku penjaganya Kemuliaan kan tiba dari semak pikiran yang memikat Menggalungkan kata serapah yang mengusir kehebohan Melemparkan diri kepada serbuan titik zenith Jika ini adalah kesakitan maka kulitku merasakannya Baluran keringat yang mengumpama es tajam Menggores tiap sisi hingga tangis adalah kuasanya Menghujam sumpah tak ada lagi sebuah kehidupan Jika ini adalah kebahagiaan maka mataku melihatnya Ketakutan kian sirna ditelan kemurkaan Meneggelamkan kebudayaan yang menjadi kesakitan Membawa terbang hingga ke pintu surga Jika ini adalah kematian maka tanganku menggenggamnya Besutan cinta menghalalkan peristiwa pasungan Mengelus keabadian dengan tangan yang penuh pisau kecil Menyeret hal yang tak perlu hingga rasa tinggalkan dunia Ini adalah sebuah kehidupan jenaka yang membuat jiwa menangis Ini adalah Ini adalah kematian serius yang membuat hati melawak Ini adalah mimpi yang tinggal dipilih hingga kau t...

Perisai Kata

Dimanakah jalan yang seharusnya ku lalui Mengungkit semangat yang sebelumnya kelabu Mengutip kata, mendengar kalimat Bahwa tak ada yang bergeming saat semua merasakannya Kesatuan nafas menjadi belenggu gerakan Tiada satu katapun terucap dari mulut yang dingin Mengisahkan kepahitan dari dasar kemauan Kapan ku bisa leluasa bertindak atas kemauan hati ini Saat hujan itu turun terdapat kepenatan yang cair Menitikan air mata menjadi perisai sebuah kata Memanusiawikan jam tangan yang hitam Berusaha mengisahkan keberadaan sebuah padanan serapah Ketahuilah ada makna yang tak terungkap Namun tak pernah peka terhadap sebuah kalimat Sesakit apapun itu ku harus siap Pada akhirnya air mata jatuh ke rumput[srjd]

Persahabatan

Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU. Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis di sebuah batu : HARI INI SUAMIKU YG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU. Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu ?” Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa melupakannya... Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa diperbuat su...

Mau Cinta

Menyatunya raga dan bicara diatas awan Menghiasi lamunan indah diatas kata-kata Terseok selimut duri kecurangan waktu Terpaan sinar hitam menggusar keadaan Kejadian itu bersedekah kepada sang waktu Menggubah setiap napas menjadi nada Kesatuan bulir udara merasuk ke dalam kulit Membentuk kebenaran yang mengaitkan raga Cinta memang sulit untuk diterka Maunya hanya ingin maunya Rasa sakit ada jika tidak sesuai Kebahagiaan dicukupi oleh kesatuannya[srjd]

Huruf-Huruf Mereka

Bertemu dengan mereka adalah sebuah kesalahan Mengapa hati ini mudah saja untuk jatuh hati Kusalahkan diri ini namun hanya aku yang tersakiti Tapi mereka bersemayam kepada kebahagiaan Ini bukanlah sebuah cinta yang tak berujung Di suatu muara kuyakin ada satu yang menungguku Menganggukkan kebahagiaan kepadanya dan aku Namun dia sebuah misteri tak bergeming hingga ku sedih Huruf-huruf itu terlalu banyak tuk kunyahan hati ini Beribu kali ku bertahan nyatanya ku jatuh lagi Mereka tersenyum membuat sebuah pernyataan hati ini Pilihan mereka kepada yang lain tanpa diriku Ahh, salahkah atau terlalu payahkah diri ini Ku musnahkan itu karena memang ku terlahir spesial DIA belum datang dan pasti akan datang Sesuai harapan ini yang terus bergejolak Memejamkan hati nurani memang kenyataan pahit Tidak mudah untuk mengusir mereka dalam doa Kenyataan ini menyakitkan HAN !! Bisakah Kau beriku pengaturan hidup Ini semua terlalu berputar-putar Memendar...

Penikmat Kesedihan

Tersentak ku oleh batuan cadas Menggoreskan kesakitan terdalam Kutahu langit melihat kedalam jiwa Namun kabur seakan enggan melihat Kejenuhan ini mematahkan sayap Semangat yang kian pudar tertata Menggumamkan kata pahit tuk hati Kuberpikir dan menjadi tersangka Hati ini hendak bertaruh dengan senja Krisis mental seakan menggurita Melihat kebosanan yang merajuk kebahagiaan Bertolak pada duri perjalanan di atas kaki Tiada manusia yang terbisikkan Bersikap akulah tersangkanya Menibankan awan yang hitam Menusukkan duri kecil amat banyak Kumarah, namun ku terlalu baik hati Kubenci, namun ku berparas melankolis Kusenyum, namun ku amat terluka Kusedih, namun ku selalu nikmati[srjd]

Garis Kata

Membuat garis dengan ketajaman kata Melukai yang seharusnya tertahan Tidak menoleh terhadap perbuatan lawan Berteman bagai sajak yang dibuat dalam air Memang tak bermaksud namun dilakukan Kata-kata emas yang membuat duri Dapat melukai secara dalam tanpa diketahui Dan harus dimaafkan karna ketidakpastian Ah, apakah harus aku yang jadi subjek? Apakah memang aku yang bergantung? Ataukah aku yang berwatak kambing? Adilkah jika mereka meluapkan serapah panas? Semua ini harusnya diludahkan bertulang Tak ada titik pun dalam sajak dirimu Namun mengapa bagaikan tumor jiwa Santunan kemesraan hanya keluar disaat mendung[srjd]

Dunia Yang Sama

Duniamu dan duniaku memang sama Namun tergalakkan oleh ketimpangan perasaan Menggubah seluruh sinar pahit di langit Mengulurkan keabadian yang tak terukur Duniamu dan duniaku memang sama Bunga untuknya sama dengan yang lama kusimpan Bungamu dipegang sebuah batu yang menulis Melukiskan kenyataan yang tak didengar Duniamu dan duniaku memang sama Apiku menguat hingga surga dan neraka Mencabik segala siraman dari hujan Menggali kubur untuk kesemua peluh dan harap Duniamu dan duniaku memang sama Bunga itu menghampiri seraya di rekatkan Menggambarkan keduanya ada dalam sebuah aku Karna kita memang sama dan diciptakan bersama...i [srjd]

Lapisan Terdalam

Kenapa mesti ada cinta jika hanya menyakiti Kenapa cinta datang di waktu yang tidak tepat Kenapa patah hati menjadi beban di dada Kenapa harus kau yang kucintai sekarang Hari ini ku selalu memikirkanmu dan itu menyakitkan Bahkan kau tak memikirkan diriku sama sekali Aku bersedia mendengarkan cerita kekasihmu Itu semua karna ku ingin membuatmu selalu nyaman Cinta senantiasa bersanding dengan air mata Mengapa terus dipertahankan sesuatu yang menyedihkan Cinta tanpa memiliki bagai memeluk awan Semakin kau ingin maka semakin hampa Kesedihan adalah kehidupan Tanpa sedih makan tiada hidup bagi manusia Maka cinta pun adalah kehidupan Kucintai kau dengan caraku, walau sangat menyakitkan bagi diriku[srjd]

Bisikan Mimpi-Mimpi

Pagi hari buaian kasih sayang didapartkan Siang hari terpaan pasir terpampang Sore hari kelemahan jiwa terbentuk Malam hari selalu melihatkan tangis Pagi hari buaian kasih sayang digenggam Siang hari lemparan batu menghujam Sore hari selalu mendapatkan tulisan cantik Malam hari selalu melihatkan senyum Pagi hari terbuang oleh kasih Siang hari kehampaan terbiasakan Sore hari selalu ingin dikasihi Malam hari penghabisan menjadi pahit Pagi hari cacian bersemayam dihati Siang hari berpikir dan berdewasa Sore hari merubah titik nadir Malam hari mengariskan yang selanjutnya Bisikan mimpi ada dihari kelabu Membuat pikiran menjadi padanan Kesantunan selalu menjadi pilihan Merdeka ataukah menderita[srjd] 

Awan, Langit, dan Matahari

Sebuah langit berhenti bergemuruh ketika matahari datang, namun dikemanakan sang awan Dan saat awan pergi akankah langit mencarinya untuk kembali menemani, atau memang hanya sebatas ketakutan Awan merubah bentuknya sesuai angin yang berhembus bukan untuk mengharapkan sesuatu oleh sang langit, adakah ketakutan Awan yang berharap melindungi langit selamanya, namun awan kan terus terbawa angin, inikah kesedihan langit atau awan Namun dikala banyak awan maka turunlah hujan juga butiran salju, akankah langit datang Awan tak mampu menekankan kepada langit yang sedang melihat matahari, awan selalu dibawah mereka, apakah langit itu sadar Awan sejatinya tidak boleh protes kepada langit, namun apakah langit berani menyediakan diri tuk mematahkan kebekuan Saat malam, bulan kan muncul matahari menghilang, awanlah yang memutihkan langit..guten abend[srjd]

Aku Sayang Padamu

Kau memang cantik namun nasibmu tak secantik itu saat kau masih memilih yang salah Senyummu memang indah namun kenanganmu tak seindah itu saat kau masih memilih dia Kata-katamu memang manis namun mimpimu tak semanis itu saat dia masih disampingmu Peringaimu sungguh baik namun jalanmu tak sebaik itu saat kau putuskan memilih dia Aku menampilkan hatiku walau tak berjanji Ingin kuubah kehidupan itu bak bunga yang terawat Rasa ini meluap bagaikan sungai legendaris dikala hujan Kubawa kau ke mimpiku tuk ku sematkan mahkota ratuku Kehidupan ini pahit namun terasa manis saat ku bercerita kepadamu Gejolak rasa sepi teruraikan hanya dari pesan-pesan yang kau berikan padaku Kau memaparkan kisamu bagai sebuah hembusan angin yang sejuk namun menghancurkan Kegelisahanmu menjadi senyumku saat ku mampu membantu dirimu mencari jalan Ini memang kisahku tentang dirimu Kubiarkan kisah ini mengalir sampai tiba ditepian Apa daya mulut ini hanya bisa terdiam dengan sedikit...