Skip to main content

Ini Adalah Kehidupan


Jika ini adalah kehidupan maka rambutku penjaganya
Kemuliaan kan tiba dari semak pikiran yang memikat
Menggalungkan kata serapah yang mengusir kehebohan
Melemparkan diri kepada serbuan titik zenith

Jika ini adalah kesakitan maka kulitku merasakannya
Baluran keringat yang mengumpama es tajam
Menggores tiap sisi hingga tangis adalah kuasanya
Menghujam sumpah tak ada lagi sebuah kehidupan

Jika ini adalah kebahagiaan maka mataku melihatnya
Ketakutan kian sirna ditelan kemurkaan
Meneggelamkan kebudayaan yang menjadi kesakitan
Membawa terbang hingga ke pintu surga

Jika ini adalah kematian maka tanganku menggenggamnya
Besutan cinta menghalalkan peristiwa pasungan
Mengelus keabadian dengan tangan yang penuh pisau kecil
Menyeret hal yang tak perlu hingga rasa tinggalkan dunia

Ini adalah sebuah kehidupan jenaka yang membuat jiwa menangis
Ini adalah Ini adalah kematian serius yang membuat hati melawak
Ini adalah mimpi yang tinggal dipilih hingga kau tersenyum
Satu organ membahagiakan hingga seluruh jenis kehidupan

Semangat hidup adalah semangat kebahagiaan
Cinta dan tawa tercipta oleh diri sendiri
Semangat hidup adalah jemputan kebahagiaan
Bangkitlah untuk hidup hingga senyum hingga matimu[srjd]

Comments

Popular posts from this blog

Kepada Adinda

Aku, sejuta bintang kian meredup Meresahkan rasa yang luluh dalam gelap Mengesankan api yang padam dalam dingin Merangkul kata pahit, menyangkal kepedihan Aku, sejuta bulan yang sudah tak berharga Sinarku kini tak ubahnya mainan dari cina Terperanjat dalam kesedihan begitu banal Ode pengusir rindupun, sirna ditelan amarah Tapi, semua hanya khayal Khayalan tengah malam yang gusar Memeluk indahnya rengkuhan cinta Berhias permata dari bidadari yang jatuh ke bumi Aku melipirkan kata-kata ini Sebagai pengantar kau ke alam mimpi Alam dimana kau bisa melakukan segalanya Selamat tidur, dinda, wanita penuh kelembutan Jakarta, 21 April 2014

"4L4Y" Doktrin? Ideologi? Kontroversi? Fenomena? Gaya Hidup? Pengotoran Mental?

  GAMBARAN UMUM 4L4Y (Alay) mungkin istilah yang tak asing lagi di dengar dewasa ini, sebenarnya apa sih alay? Awalnya alay itu adalah sebutan untuk "Anak Layangan", Anak Layangan dicirikan sebagai figur atau orang yang agak kurang terurus, biasanya Anak Layangan itu berambut merah karena terbakar matahari, berbau badan yang tak sedap dikarenakan mereka bermain di terik matahari, dan tubuhnya yang sedikit dekil karena terlalu banyak bermain, namun seiring berjalannya waktu terjadi pergeseran mindset untuk istilah Alay, sperti yang kita ketahui Alay dewasa ini adalah sebutan untuk orang yang berpenampilan Norak, Memaksakan Style, Berkata dengan Perkataan yang Khusus. Penulis bersama rekan melakukan Riset untuk hal ini. Didapatkan seseorang yang dijadikan sampel Riset, Penulis melakukan Riset melalui via Facebook, Responden tersebut memiliki 1.199 orang teman dalam akun Facebooknya, setelah Penulis menelusuri dan mendapatkan hampir 60% teman di akun Facebookya dapat dikate...

Bagaimana Tidak Senang

Bagaimana tidak senang Jika pujaan memberiku pujian Bagaimana tidak senang Jika pujaan memberiku pertanda Bagaimana tidak senang Jika pujaan bercanda akrab denganku Bagaimana tidak senang Jika pujaan menyanjung diriku Bagaimana tidak senang Jika pujaan kerap melontarkan senyum manis Bagaimana tidak senang Jika pujaan selalu percaya kepadaku Bagaimana tidak senang Jika pujaan datang memilihku untuk berbagi Bagaimana tidak senang Jika pujaan kembali kepadaku saat lama tak bicara Bagaimana tidak senang Jika pujaan berkata nyaman kepadaku Bagaimana tidak senang Jika pujaan baru saja memberikan kejelasan Bagaimana tidak senang Jika pujaan terus menghiburku Bagaimana tidak senang Jika pujaan merangkulku dikala masalah begitu pelik Bagaimana tidak senang? Jakarta, 19 Mei 2014