Dimanakah jalan yang seharusnya ku lalui
Mengungkit semangat yang sebelumnya kelabu
Mengutip kata, mendengar kalimat
Bahwa tak ada yang bergeming saat semua merasakannya
Kesatuan nafas menjadi belenggu gerakan
Tiada satu katapun terucap dari mulut yang dingin
Mengisahkan kepahitan dari dasar kemauan
Kapan ku bisa leluasa bertindak atas kemauan hati ini
Saat hujan itu turun terdapat kepenatan yang cair
Menitikan air mata menjadi perisai sebuah kata
Memanusiawikan jam tangan yang hitam
Berusaha mengisahkan keberadaan sebuah padanan serapah
Ketahuilah ada makna yang tak terungkap
Namun tak pernah peka terhadap sebuah kalimat
Sesakit apapun itu ku harus siap
Pada akhirnya air mata jatuh ke rumput[srjd]
Comments
Post a Comment