Sungguh, aku tak paham lagi yang terjadi
Rasanya, aku disodorkan oleh alam
Alam yang sering menjadi tempat aku bercerita
Aku menemuinya, tak dinyana, aku menjadi pemandunya
Dia pergi, aku hanya bisa menatapnya, yang jalan hampir di
posisi terakhir
Jahatnya, ku tak mau melepaskan pandangku kepadanya, tidak!
Aku rasa, posisiku di atas, aku dapat, petunjuk awal tuk
menemuinya
Lama tersimpan, diselingi oleh orang-orang lain
12 Januari 2014, aku mulai penasaran, siapa dia?
Padahal, sudah hampir sebulan ku mendiamkannya tanpa
tindakan
Ku mencari identitasnya, yang penuh, sulit namun kutemukan
Saking sulit, hanya ku raba namanya, lalu ku tertidur
Lucu! Dia hadir di mimpiku, begitu manis hingga ku tak mau
meninggalkan mimpiku
Ceritanya singkat, aku lupa beberapa bait mimpiku itu
Yang kuingat berhubungan dengan burung, topi, keluarga dan
usapan tangan yang menurunkan topiku hingga mataku tertutup sebelah
Manis! Teramat manis!
Aku makin penasaran, kutanya temanku, konon, dia bisa
membaca diri seseorang
Katanya, cocok, dia lincah dan manis, pintar dan ramai
Satu yang terbersit! Cocok!
Aku hanya masih belum meyakinkan hatiku sampai kutahu
kebenarannya
Malamnya, ku kembali mencari, kali ini harus lebih dalam
Sulit! Lebih sulit dari sebelumnya!
Tapi ku menemukannya, ya! Sama seperti yang temanku katakan!
Aku hampir tidak percaya, aku terbelalak, aku terdiam dengan
bahagia di hati
Aku ingin teriak! Tapi kusematkan saja di hati ku, teriak ya
teriak
Akhirnya ku kembali mencocokkan, ke dunia yang lebih sakral
Makin cocok!
Tuhan, aku tak tahu apa yang ingin kau perbuat dalam hidupku
Ini hanya, banyak kebetulan yang sarat seperti takdir
Aku kehilangan pikiranku malam ini, malam yang bercerah diri
Hari ini, 12 Januari 2014.[srjd]
Jakarta, 12 Januari
2014
Comments
Post a Comment