Tak pernah akan terlupa pertemuan pertama itu
Pertemuan yang mengubah keindahan relung hidup
Sebuah sosok yang terpuja keindahannya dalam hati
Dengan balutan kesederhanaan dan sajian yang pas
Kuberjalan untuk keesokan harinya
Nyatanya tak perlu esok hari untuk menumbuhkannya
Hari itu, detik itu, membuat hati ini bergejolak
Menggeramkan bagian perasaan yang sudah kaku dan garing
Kutatap dan malu, namun tak ingin kulepaskan tatapan itu
Sebuah tatapan genit poseidon kepada medusa yang cantik
Seorang cleopatra yang kembali melahirkan hidupnya
Seorang shinta yang mencuri hati seakan ku ramayana
Tak terasa otak hanya penuh dengan dirinya
Dirinya yang langsung duduk dia atas hati
Seperti kesetanan yang tak kunjung usai
Bahkan timbul rasa cemburu untuknya
Kunyatakan rasaku kepadanya setelah mengaguminya
Kutahu dia pun juga memiliki perasaan kepada diriku yang
nista
Namun masih terhalang hal-hal yang fundamental
Yang membuatnya bingung tuk meyakinkan hatinya
Kucoba meyakinkan hatinya yang singkat bertemu denganku
Walaupun singkat nyatanya memang perasaan ini untuknya
Aku bahagia! Bahkan hanya dengan menerima pesannya
Entah mengapa dia selalu menghantui diri dan pikiranku
setiap hari
Kumeyakinkan hati ini untuknya
Jelas karna memang ku telah yakin
Dialah yang mencuri hati ini sepenuhnya
Kuharap kebersamaan kan berihak kepada diriku dan dirinya[srjd]
Comments
Post a Comment