Bagaimana bisa aku mengacuhkanmu
bila kau begitu jujur akan hatimu. Taukah kau itu membuatku berhenti berdetak?
dengan lantang kau senandungkan kisah kita pada angin muson yang melanda, tanpa malu tanpa harus
menutup mata.
Lalu bagaimana aku bisa tanpamu
kalau saja setiap hari kau pegang nafasku ?
Seraya musim hujan kau datang
menghampiriku. Membawa mendungku ke selatan dengan merdu , sembari kau taburkan aku dengan rintik
dandelion yang membeku.. Iya kau memberikan sejuta kebekuan nafasku yang merasa
nyeri bila aku melepaskan diri darimu. Namun kini biarkan aku terus melanjutkan
hidupku bersama nikmatnya rasa beku yg tak akan rapuh oleh waktu.
Karena Cintamu adalah kebekuanku.
Comments
Post a Comment