Skip to main content

Tuhan, Ku Mencintainya


Aku sungguh telah mencintaimu
Banyak cinta yang dulu pernah kumau datang kembali
Namun semua terasa hambar sampai ku ingin menjauh
Semua karna kau, kau yang telah merengkuh duniaku
Kasih sayang ini ku yakin hanya untukmu
Aku yang pernah menaruh kasih pada beberapa wanita
Nyatanya hanya kau yang selalu beriringan dalam otakku
Melarang semua rasa sehingga tiada lagi rasa lain dari orang lain
Saat ini aku dijamah oleh kebingungan yang amat rumit
Mencari jalan bagaimana bisa kita terus berasatu menali kasih
Mungkin ku terlalu naif
Tapi nyatanya memang rasa cinta yang kupunya untuk dirimu
Para pujangga berkata tidak ada yang salah jika didasari cinta
Ku tidak menyalahkan desiran angin dingin keluar darimu
Ku takkan sanggup melihatmu berduka
Jika ingin disalahkan biarlah diriku yang bersalah
Cintaku untukmu benar benar sungguh
Tiada yang kubuat semu, karna ku bersandar pada hatiku
Singkat pertemuan kita, Besar cinta yang kurasakan untukmu
Saat ini ku berdoa semoga ada jalan untuk kita
Jalan yang benar benar terbaik
Tuhan ku benar mencintainya, sungguh mencintainya[srjd]

Comments

Popular posts from this blog

Kepada Adinda

Aku, sejuta bintang kian meredup Meresahkan rasa yang luluh dalam gelap Mengesankan api yang padam dalam dingin Merangkul kata pahit, menyangkal kepedihan Aku, sejuta bulan yang sudah tak berharga Sinarku kini tak ubahnya mainan dari cina Terperanjat dalam kesedihan begitu banal Ode pengusir rindupun, sirna ditelan amarah Tapi, semua hanya khayal Khayalan tengah malam yang gusar Memeluk indahnya rengkuhan cinta Berhias permata dari bidadari yang jatuh ke bumi Aku melipirkan kata-kata ini Sebagai pengantar kau ke alam mimpi Alam dimana kau bisa melakukan segalanya Selamat tidur, dinda, wanita penuh kelembutan Jakarta, 21 April 2014

"4L4Y" Doktrin? Ideologi? Kontroversi? Fenomena? Gaya Hidup? Pengotoran Mental?

  GAMBARAN UMUM 4L4Y (Alay) mungkin istilah yang tak asing lagi di dengar dewasa ini, sebenarnya apa sih alay? Awalnya alay itu adalah sebutan untuk "Anak Layangan", Anak Layangan dicirikan sebagai figur atau orang yang agak kurang terurus, biasanya Anak Layangan itu berambut merah karena terbakar matahari, berbau badan yang tak sedap dikarenakan mereka bermain di terik matahari, dan tubuhnya yang sedikit dekil karena terlalu banyak bermain, namun seiring berjalannya waktu terjadi pergeseran mindset untuk istilah Alay, sperti yang kita ketahui Alay dewasa ini adalah sebutan untuk orang yang berpenampilan Norak, Memaksakan Style, Berkata dengan Perkataan yang Khusus. Penulis bersama rekan melakukan Riset untuk hal ini. Didapatkan seseorang yang dijadikan sampel Riset, Penulis melakukan Riset melalui via Facebook, Responden tersebut memiliki 1.199 orang teman dalam akun Facebooknya, setelah Penulis menelusuri dan mendapatkan hampir 60% teman di akun Facebookya dapat dikate...

Bagaimana Tidak Senang

Bagaimana tidak senang Jika pujaan memberiku pujian Bagaimana tidak senang Jika pujaan memberiku pertanda Bagaimana tidak senang Jika pujaan bercanda akrab denganku Bagaimana tidak senang Jika pujaan menyanjung diriku Bagaimana tidak senang Jika pujaan kerap melontarkan senyum manis Bagaimana tidak senang Jika pujaan selalu percaya kepadaku Bagaimana tidak senang Jika pujaan datang memilihku untuk berbagi Bagaimana tidak senang Jika pujaan kembali kepadaku saat lama tak bicara Bagaimana tidak senang Jika pujaan berkata nyaman kepadaku Bagaimana tidak senang Jika pujaan baru saja memberikan kejelasan Bagaimana tidak senang Jika pujaan terus menghiburku Bagaimana tidak senang Jika pujaan merangkulku dikala masalah begitu pelik Bagaimana tidak senang? Jakarta, 19 Mei 2014