Skip to main content

Hidupku, Syukurku

Ini hidupku, ya, hidupku
Yang kian indah pada setiap waktunya
Menghiasi nelangsa kosmis yang ada dalam jiwa
Menggambarkan warna yang banyak rupa nan elok
Menuliskan secercah kalimat yang mengungsikan kesedihan

Aku hidup, ya, aku hidup
Di atas bumi yang nyatanya memang jahat
Namun hilang saat aku kembali kepada hati ini
Mengumpat dan menjadikannya keindahan yang berkata
Mengintegralkan segala kenyataan buruk menjadi kenyataan manis

Aku punya rahasia, ya, rahasia
Bagaimana ku bisa menemukan itu semua di hidupku
Cukup mudah, aku bersyukur kepada Tuhan atas segalanya dan tak menjadikannya beban
Aku menjadikan rumahku surga, keluargaku penghiasnya
Aku menjadikan sahabatku air dalam surga yang menyegarkanku
Aku menggembirakan otakku dengan lukisan manis akan alam
Dan ada dia, gadis yang menemani hari hariku
Gadis yang spesial, menempati ruang hati, ruang jiwa, ruang pikir, dan ruang hidupku
Aku mencintai gadis itu, dialah salah satu candu kebahagiaanku
Canduku adalah dia, cintaku juga dia
Gadis 24, gadis yang kuikat di atas jembatan
Aku sayang, aku cinta kepadamu gadisku
Ini rasa syukurku kepadamu Tuhan[srjd]

Comments

Popular posts from this blog

Kepada Adinda

Aku, sejuta bintang kian meredup Meresahkan rasa yang luluh dalam gelap Mengesankan api yang padam dalam dingin Merangkul kata pahit, menyangkal kepedihan Aku, sejuta bulan yang sudah tak berharga Sinarku kini tak ubahnya mainan dari cina Terperanjat dalam kesedihan begitu banal Ode pengusir rindupun, sirna ditelan amarah Tapi, semua hanya khayal Khayalan tengah malam yang gusar Memeluk indahnya rengkuhan cinta Berhias permata dari bidadari yang jatuh ke bumi Aku melipirkan kata-kata ini Sebagai pengantar kau ke alam mimpi Alam dimana kau bisa melakukan segalanya Selamat tidur, dinda, wanita penuh kelembutan Jakarta, 21 April 2014

"4L4Y" Doktrin? Ideologi? Kontroversi? Fenomena? Gaya Hidup? Pengotoran Mental?

  GAMBARAN UMUM 4L4Y (Alay) mungkin istilah yang tak asing lagi di dengar dewasa ini, sebenarnya apa sih alay? Awalnya alay itu adalah sebutan untuk "Anak Layangan", Anak Layangan dicirikan sebagai figur atau orang yang agak kurang terurus, biasanya Anak Layangan itu berambut merah karena terbakar matahari, berbau badan yang tak sedap dikarenakan mereka bermain di terik matahari, dan tubuhnya yang sedikit dekil karena terlalu banyak bermain, namun seiring berjalannya waktu terjadi pergeseran mindset untuk istilah Alay, sperti yang kita ketahui Alay dewasa ini adalah sebutan untuk orang yang berpenampilan Norak, Memaksakan Style, Berkata dengan Perkataan yang Khusus. Penulis bersama rekan melakukan Riset untuk hal ini. Didapatkan seseorang yang dijadikan sampel Riset, Penulis melakukan Riset melalui via Facebook, Responden tersebut memiliki 1.199 orang teman dalam akun Facebooknya, setelah Penulis menelusuri dan mendapatkan hampir 60% teman di akun Facebookya dapat dikate...

Bagaimana Tidak Senang

Bagaimana tidak senang Jika pujaan memberiku pujian Bagaimana tidak senang Jika pujaan memberiku pertanda Bagaimana tidak senang Jika pujaan bercanda akrab denganku Bagaimana tidak senang Jika pujaan menyanjung diriku Bagaimana tidak senang Jika pujaan kerap melontarkan senyum manis Bagaimana tidak senang Jika pujaan selalu percaya kepadaku Bagaimana tidak senang Jika pujaan datang memilihku untuk berbagi Bagaimana tidak senang Jika pujaan kembali kepadaku saat lama tak bicara Bagaimana tidak senang Jika pujaan berkata nyaman kepadaku Bagaimana tidak senang Jika pujaan baru saja memberikan kejelasan Bagaimana tidak senang Jika pujaan terus menghiburku Bagaimana tidak senang Jika pujaan merangkulku dikala masalah begitu pelik Bagaimana tidak senang? Jakarta, 19 Mei 2014