Kau tega sekali padaku - d
Aku tak bermaksud begitu - n
Jikalau kata maaf ini cukup kan
kukatakan, namun jika kurang biar nuraniku yang berkata - n
Tak mudah bagiku lupakan rasa
kecewa yang mendera - d
Dan kau telah menyuguhkan rasa
itu begitu saja - d
Ahh janganlah kau mendustakan
hatimu - n
Biarkan hati kecilmu mengungkapkan
kegelisahan akan tiadanya diriku - n
Hati takkan pernah salah dalam
menyelami rasa yang hadir - d
Rasakan hadirku melalui aliran
cakramu, aura hidupmu, dan napas batinmu - n
Hatiku lebih hidup dari denyut
nadimu yang kerap kau banggakan akan denyut hidupmu - d
Padahal tanpaku kau kosong dan
bias - d
Ku tak pernah sesumbar akan
hidupku, aku hanya ingin kau tau, aku adalah semilir angin kesejukan hatimu - n
Kekosongan itulah yang mengisiku,
ku membaur dengan kosong, ku nistakan keisian - n
Karena menurut pepatah, kosong
adalah isi, isi adalah kosong - n
Kau bahkan tenggelam dalam
sepimu yang kelam tanpa kau sadari - d
Hingga kosong tak lagi jadi
kesenyapan - d
Dia lebur dalam hingar
fatamorgana kesendirianmu yang tanpaku - d
Tidak, sepi ini merdu seketika,
ketika kesenduan mengetuk kerinduanku yang menjadi lara - n
Itu lah hati dalam asas kehidupan,
seakan kabur dan tak jelas, nyatanya sangat solid - n
Kau tau mengapa mampu kau
katakan solid? Karena bagiku sejatinya manusia tidaklah pernah sendiri - d
Sepi hanyalah bagian dari kata
yang hilang separuh dalam sajakmu - d
Yang dapat kau gantikan dengan
frasa yang mungkin hanya kau yang mampu rasakan - d
Namun kurasa pencapaian atas nama
individu sudah berdasar dari komponen kecil - n
Individu sudah solid, bersama akan
valid, begitupun aku dan kamu - n
Aku mampu menculik sajakku, aku
mampu mencabiknya, namun untukmu, ahh sudahlah - n
Jangan kau buat duniamu sangsi
atas kesendirianmu yang tanpaku - d
Aku selalu ada dalam kata yang
kau ucap, dalam rasa yang kau dekap dan dalam isyarat yang mapu kau tangkap - d
Lalu, apa yang harus kusematkan
pada dunia? - n
Jika kau mengatakan itu, syaratku
untuk menggelapkan setiap celah sinar rasa dari dunia lain - n
Namun pada akhirnya pribadi dan
jiwaku berkata 'kita lagi ngapa ya?' - n
Ya cinta adalah rasa yang agung
yang mampu mengikat bahkan meredam sebuah kata "gila!" - d
Gila pada akhirnya waras, asal
kemampuan setiap pribadi melihatnya - n
Gila! - n
Sajak malam tanpa benteng - d
[srjd ft. daa]
Sajak malam tanpa benteng - d
[srjd ft. daa]
Comments
Post a Comment