Skip to main content

Balada Gelagap Sang Rasa


Kau tega sekali padaku - d

Aku tak bermaksud begitu - n
Jikalau kata maaf ini cukup kan kukatakan, namun jika kurang biar nuraniku yang berkata - n

Tak mudah bagiku lupakan rasa kecewa yang mendera - d
Dan kau telah menyuguhkan rasa itu begitu saja - d

Ahh janganlah kau mendustakan hatimu - n
Biarkan hati kecilmu mengungkapkan kegelisahan akan tiadanya diriku - n

Hati takkan pernah salah dalam menyelami rasa yang hadir - d

Rasakan hadirku melalui aliran cakramu, aura hidupmu, dan napas batinmu - n

Hatiku lebih hidup dari denyut nadimu yang kerap kau banggakan akan denyut hidupmu - d
Padahal tanpaku kau kosong dan bias - d

Ku tak pernah sesumbar akan hidupku, aku hanya ingin kau tau, aku adalah semilir angin kesejukan hatimu - n
Kekosongan itulah yang mengisiku, ku membaur dengan kosong, ku nistakan keisian - n
Karena menurut pepatah, kosong adalah isi, isi adalah kosong - n

Kau bahkan tenggelam dalam sepimu yang kelam tanpa kau sadari - d
Hingga kosong tak lagi jadi kesenyapan - d
Dia lebur dalam hingar fatamorgana kesendirianmu yang tanpaku - d

Tidak, sepi ini merdu seketika, ketika kesenduan mengetuk kerinduanku yang menjadi lara - n
Itu lah hati dalam asas kehidupan, seakan kabur dan tak jelas, nyatanya sangat solid - n

Kau tau mengapa mampu kau katakan solid? Karena bagiku sejatinya manusia tidaklah pernah sendiri - d
Sepi hanyalah bagian dari kata yang hilang separuh dalam sajakmu - d
Yang dapat kau gantikan dengan frasa yang mungkin hanya kau yang mampu rasakan - d

Namun kurasa pencapaian atas nama individu sudah berdasar dari komponen kecil - n
Individu sudah solid, bersama akan valid, begitupun aku dan kamu - n
Aku mampu menculik sajakku, aku mampu mencabiknya, namun untukmu, ahh sudahlah - n

Jangan kau buat duniamu sangsi atas kesendirianmu yang tanpaku - d
Aku selalu ada dalam kata yang kau ucap, dalam rasa yang kau dekap dan dalam isyarat yang mapu kau tangkap - d

Lalu, apa yang harus kusematkan pada dunia? - n
Jika kau mengatakan itu, syaratku untuk menggelapkan setiap celah sinar rasa dari dunia lain - n
Namun pada akhirnya pribadi dan jiwaku berkata 'kita lagi ngapa ya?' - n

Ya cinta adalah rasa yang agung yang mampu mengikat bahkan meredam sebuah kata "gila!" - d

Gila pada akhirnya waras, asal kemampuan setiap pribadi melihatnya - n
Gila! - n

Sajak malam tanpa benteng - d

[srjd ft. daa]

Comments

Popular posts from this blog

Kepada Adinda

Aku, sejuta bintang kian meredup Meresahkan rasa yang luluh dalam gelap Mengesankan api yang padam dalam dingin Merangkul kata pahit, menyangkal kepedihan Aku, sejuta bulan yang sudah tak berharga Sinarku kini tak ubahnya mainan dari cina Terperanjat dalam kesedihan begitu banal Ode pengusir rindupun, sirna ditelan amarah Tapi, semua hanya khayal Khayalan tengah malam yang gusar Memeluk indahnya rengkuhan cinta Berhias permata dari bidadari yang jatuh ke bumi Aku melipirkan kata-kata ini Sebagai pengantar kau ke alam mimpi Alam dimana kau bisa melakukan segalanya Selamat tidur, dinda, wanita penuh kelembutan Jakarta, 21 April 2014

"4L4Y" Doktrin? Ideologi? Kontroversi? Fenomena? Gaya Hidup? Pengotoran Mental?

  GAMBARAN UMUM 4L4Y (Alay) mungkin istilah yang tak asing lagi di dengar dewasa ini, sebenarnya apa sih alay? Awalnya alay itu adalah sebutan untuk "Anak Layangan", Anak Layangan dicirikan sebagai figur atau orang yang agak kurang terurus, biasanya Anak Layangan itu berambut merah karena terbakar matahari, berbau badan yang tak sedap dikarenakan mereka bermain di terik matahari, dan tubuhnya yang sedikit dekil karena terlalu banyak bermain, namun seiring berjalannya waktu terjadi pergeseran mindset untuk istilah Alay, sperti yang kita ketahui Alay dewasa ini adalah sebutan untuk orang yang berpenampilan Norak, Memaksakan Style, Berkata dengan Perkataan yang Khusus. Penulis bersama rekan melakukan Riset untuk hal ini. Didapatkan seseorang yang dijadikan sampel Riset, Penulis melakukan Riset melalui via Facebook, Responden tersebut memiliki 1.199 orang teman dalam akun Facebooknya, setelah Penulis menelusuri dan mendapatkan hampir 60% teman di akun Facebookya dapat dikate...

Bagaimana Tidak Senang

Bagaimana tidak senang Jika pujaan memberiku pujian Bagaimana tidak senang Jika pujaan memberiku pertanda Bagaimana tidak senang Jika pujaan bercanda akrab denganku Bagaimana tidak senang Jika pujaan menyanjung diriku Bagaimana tidak senang Jika pujaan kerap melontarkan senyum manis Bagaimana tidak senang Jika pujaan selalu percaya kepadaku Bagaimana tidak senang Jika pujaan datang memilihku untuk berbagi Bagaimana tidak senang Jika pujaan kembali kepadaku saat lama tak bicara Bagaimana tidak senang Jika pujaan berkata nyaman kepadaku Bagaimana tidak senang Jika pujaan baru saja memberikan kejelasan Bagaimana tidak senang Jika pujaan terus menghiburku Bagaimana tidak senang Jika pujaan merangkulku dikala masalah begitu pelik Bagaimana tidak senang? Jakarta, 19 Mei 2014