Indah, sangat indah bahkan sarat akan ilmu
Membaur kepada kata, bergelut melalui pikiran
Membuat bibir terdiam dengan semu, menggelengkan keakuan
Cinta dan hasrat aku ucapkan demi mu, demi mencipta
Kaki yang tertawa melipat kearah yang berlawanan
Hanya untukmu
Aku selalu melihat sinaran, cahaya yang mengeringkan air
mata
Membuat keras pikiran yang sebagainya lunak
Menertawakan amarah yang terombang ambing
Hanya untukmu
Dulu kau begitu indah, aku sangat menyenangi saat ada mu
Namun hanya satu setengah tahun, setelahnya kau membabi buta
Menyerangku tiada henti, menjahatkan ku tiada ampun
Menggelapkan jalan yang sejatinya diterangi lampu remang
jalan
Ahhhh, hanya untukmu
Bahkan sekarang aku tak mau tau kamu lagi, tidak lagi
Walau ku tau, kau membesarkan diriku, kau melatihku
Menerangi pikiran, menaikkan pengetahuan tentang segala
semesta
Aku suka aku benci, aku senang aku bosan
Aku tidak ingin menamaimu lagi, mungkin untuk sebulan
kedepan
Aku tidak mau menyapamu lagi, kau kusebut sukma mencabut
Aku panggil kau tugas
Hanya untukmu[srjd]
Comments
Post a Comment