Skip to main content

Hanya Untukmu, Tugas


Indah, sangat indah bahkan sarat akan ilmu
Membaur kepada kata, bergelut melalui pikiran
Membuat bibir terdiam dengan semu, menggelengkan keakuan
Cinta dan hasrat aku ucapkan demi mu, demi mencipta
Kaki yang tertawa melipat kearah yang berlawanan
Hanya untukmu
Aku selalu melihat sinaran, cahaya yang mengeringkan air mata
Membuat keras pikiran yang sebagainya lunak
Menertawakan amarah yang terombang ambing
Hanya untukmu
Dulu kau begitu indah, aku sangat menyenangi saat ada mu
Namun hanya satu setengah tahun, setelahnya kau membabi buta
Menyerangku tiada henti, menjahatkan ku tiada ampun
Menggelapkan jalan yang sejatinya diterangi lampu remang jalan
Ahhhh, hanya untukmu
Bahkan sekarang aku tak mau tau kamu lagi, tidak lagi
Walau ku tau, kau membesarkan diriku, kau melatihku
Menerangi pikiran, menaikkan pengetahuan tentang segala semesta
Aku suka aku benci, aku senang aku bosan
Aku tidak ingin menamaimu lagi, mungkin untuk sebulan kedepan
Aku tidak mau menyapamu lagi, kau kusebut sukma mencabut
Aku panggil kau tugas
Hanya untukmu[srjd]

Comments

Popular posts from this blog

Kepada Adinda

Aku, sejuta bintang kian meredup Meresahkan rasa yang luluh dalam gelap Mengesankan api yang padam dalam dingin Merangkul kata pahit, menyangkal kepedihan Aku, sejuta bulan yang sudah tak berharga Sinarku kini tak ubahnya mainan dari cina Terperanjat dalam kesedihan begitu banal Ode pengusir rindupun, sirna ditelan amarah Tapi, semua hanya khayal Khayalan tengah malam yang gusar Memeluk indahnya rengkuhan cinta Berhias permata dari bidadari yang jatuh ke bumi Aku melipirkan kata-kata ini Sebagai pengantar kau ke alam mimpi Alam dimana kau bisa melakukan segalanya Selamat tidur, dinda, wanita penuh kelembutan Jakarta, 21 April 2014

"4L4Y" Doktrin? Ideologi? Kontroversi? Fenomena? Gaya Hidup? Pengotoran Mental?

  GAMBARAN UMUM 4L4Y (Alay) mungkin istilah yang tak asing lagi di dengar dewasa ini, sebenarnya apa sih alay? Awalnya alay itu adalah sebutan untuk "Anak Layangan", Anak Layangan dicirikan sebagai figur atau orang yang agak kurang terurus, biasanya Anak Layangan itu berambut merah karena terbakar matahari, berbau badan yang tak sedap dikarenakan mereka bermain di terik matahari, dan tubuhnya yang sedikit dekil karena terlalu banyak bermain, namun seiring berjalannya waktu terjadi pergeseran mindset untuk istilah Alay, sperti yang kita ketahui Alay dewasa ini adalah sebutan untuk orang yang berpenampilan Norak, Memaksakan Style, Berkata dengan Perkataan yang Khusus. Penulis bersama rekan melakukan Riset untuk hal ini. Didapatkan seseorang yang dijadikan sampel Riset, Penulis melakukan Riset melalui via Facebook, Responden tersebut memiliki 1.199 orang teman dalam akun Facebooknya, setelah Penulis menelusuri dan mendapatkan hampir 60% teman di akun Facebookya dapat dikate...

Bagaimana Tidak Senang

Bagaimana tidak senang Jika pujaan memberiku pujian Bagaimana tidak senang Jika pujaan memberiku pertanda Bagaimana tidak senang Jika pujaan bercanda akrab denganku Bagaimana tidak senang Jika pujaan menyanjung diriku Bagaimana tidak senang Jika pujaan kerap melontarkan senyum manis Bagaimana tidak senang Jika pujaan selalu percaya kepadaku Bagaimana tidak senang Jika pujaan datang memilihku untuk berbagi Bagaimana tidak senang Jika pujaan kembali kepadaku saat lama tak bicara Bagaimana tidak senang Jika pujaan berkata nyaman kepadaku Bagaimana tidak senang Jika pujaan baru saja memberikan kejelasan Bagaimana tidak senang Jika pujaan terus menghiburku Bagaimana tidak senang Jika pujaan merangkulku dikala masalah begitu pelik Bagaimana tidak senang? Jakarta, 19 Mei 2014