Dia dingin
Kepada siapa pun dia dingin, mungkin induknya
Matanya adalah mata yang aku punya
Bibirnya adalah bibir yang pernah menggigitku
Aku takut, aku juga ingin
Kehangatan seperti apa yang harusnya diciptakan
Aku tak heran, siapa yang menjadi biangnya
Dingin, hanya itu yang kurasakan
Biru itu mulai dari kepala sampai kaki
Itulah lambang kedinginannya
Aku pernah memotretnya dengan kalbuku
Di atas bukit, saat itu masih pagi
Siapa yang berucap pertama, aku takut
Dia melihatku, perasaanku dia bersahabat
Aku rancu seperti jerami masuk dalam mulut kuda nil
Win dan Lose
Kapan menjadi yang mana aku tak tahu
Aku mengucapkan siapa dirinya
Aku menengahkan apa yang telah diakadkan[srjd]
Comments
Post a Comment