Skip to main content

Matahari Di Atas Awan Hitam


Matahari, ya matahari
Kilaunya sangat lah kuat di atas langit biru
Hangatnya dibutuhkan makhluk tuk hidup
Kesetiannya cukup dipuja setiap insan dunia
Entah kenapa hilang
Hilang dihadang awan hitam yang bukan hujan
Awan hitam yang bergelantung manja di langit
Awan hitam yang dibenci hati semua makhluk
Bagaimana nasib matahari?
Matahari selalu berundung dalam setiap doa
Menjaga tanpa pernah mengeluh lelah
Menjadi hidup untuk dirinya juga diri orang lain
Setiap awan hitam merundung keramahan alam
Menjegal setiap kehangatan yang pernah dirasa
Menghalangi setiap terang hingga semua tersesat
Kita sama-sama tahu matahari tidak berdiam
Dia bersinar dalam gelap dunia sekalipun
Mencurahkan segala energi yang pernah dirasa
Awan hitam hanya sementara bergelayut
Mencari penggalan hati yang ingin bahagia

Angin datang
Awan pergi tinggal matahari menuntaskan pekerjaannya
Bersinar kembali penuh kebahagiaan dalam tiap tawanya
Bergumul kembali kepada makhluk yang serasi berdiri
Biarkan angin terus datang
Jikalau pujangga berkata badai pasti berlalu
Aku berkata awan hitam itu juga pasti musnah
Membesarkan matahari yang siap bersinar
Jadilah matahari, sumber setiap kehidupan
Sumber segala kebahagiaan ruh manusia
Setia berbagi untuk selamanya dalam setiap hidup
Matahari, kau kuat.[srjd]

Jakarta, 26 September 2013

Comments

Popular posts from this blog

Kepada Adinda

Aku, sejuta bintang kian meredup Meresahkan rasa yang luluh dalam gelap Mengesankan api yang padam dalam dingin Merangkul kata pahit, menyangkal kepedihan Aku, sejuta bulan yang sudah tak berharga Sinarku kini tak ubahnya mainan dari cina Terperanjat dalam kesedihan begitu banal Ode pengusir rindupun, sirna ditelan amarah Tapi, semua hanya khayal Khayalan tengah malam yang gusar Memeluk indahnya rengkuhan cinta Berhias permata dari bidadari yang jatuh ke bumi Aku melipirkan kata-kata ini Sebagai pengantar kau ke alam mimpi Alam dimana kau bisa melakukan segalanya Selamat tidur, dinda, wanita penuh kelembutan Jakarta, 21 April 2014

"4L4Y" Doktrin? Ideologi? Kontroversi? Fenomena? Gaya Hidup? Pengotoran Mental?

  GAMBARAN UMUM 4L4Y (Alay) mungkin istilah yang tak asing lagi di dengar dewasa ini, sebenarnya apa sih alay? Awalnya alay itu adalah sebutan untuk "Anak Layangan", Anak Layangan dicirikan sebagai figur atau orang yang agak kurang terurus, biasanya Anak Layangan itu berambut merah karena terbakar matahari, berbau badan yang tak sedap dikarenakan mereka bermain di terik matahari, dan tubuhnya yang sedikit dekil karena terlalu banyak bermain, namun seiring berjalannya waktu terjadi pergeseran mindset untuk istilah Alay, sperti yang kita ketahui Alay dewasa ini adalah sebutan untuk orang yang berpenampilan Norak, Memaksakan Style, Berkata dengan Perkataan yang Khusus. Penulis bersama rekan melakukan Riset untuk hal ini. Didapatkan seseorang yang dijadikan sampel Riset, Penulis melakukan Riset melalui via Facebook, Responden tersebut memiliki 1.199 orang teman dalam akun Facebooknya, setelah Penulis menelusuri dan mendapatkan hampir 60% teman di akun Facebookya dapat dikate...

Bagaimana Tidak Senang

Bagaimana tidak senang Jika pujaan memberiku pujian Bagaimana tidak senang Jika pujaan memberiku pertanda Bagaimana tidak senang Jika pujaan bercanda akrab denganku Bagaimana tidak senang Jika pujaan menyanjung diriku Bagaimana tidak senang Jika pujaan kerap melontarkan senyum manis Bagaimana tidak senang Jika pujaan selalu percaya kepadaku Bagaimana tidak senang Jika pujaan datang memilihku untuk berbagi Bagaimana tidak senang Jika pujaan kembali kepadaku saat lama tak bicara Bagaimana tidak senang Jika pujaan berkata nyaman kepadaku Bagaimana tidak senang Jika pujaan baru saja memberikan kejelasan Bagaimana tidak senang Jika pujaan terus menghiburku Bagaimana tidak senang Jika pujaan merangkulku dikala masalah begitu pelik Bagaimana tidak senang? Jakarta, 19 Mei 2014