Barusan aku mencarinya dalam kejauhan
Menatapnya dalam kegelapan realitas
Lagi, otakku terus menolak kehadirannya
Tidak, tidak untuk hatiku yang sedang runyam
Aku tak lagi bisa membedakan siapa yang benar
Aku hanya mengikuti alur cerita diagonal ini
Membentuk kurva kesepakatan dalam relung napas
Tidak menyana dan tidak dinyana, hanya bentuk
Aku tahu matahari amat sinis kepadaku
Aku tahu dunia hanya tempatku berdrama
Aku hanya sudah menemukan apa yang hatiku mau
Jiwaku? Kuharap berbelah setelah semua ini selesai.[srjd]
Jakarta, 23 November
2013
Comments
Post a Comment