Wahai gadis, dirimu masih belum dapat kusentuh
Namun jiwamu, aku sudah sangat rasakan
Hatimu hangat, bahkan aku cukup itu dikala malam
menggerayang
Peringaimu manis, aku akan selalu membuat itu jadi manis
Ini ungkapan, aku memang belum sempurna
Aku ingin, hanya ingin mendalami hidupmu
Berjaya merasakan derasnya kebahagiaanmu
Menggebu bagai bahorok yang turun dari atas gunung
Aku menunggu kau siap, aku menunggu
Aku menunggu kau percaya, aku menunggu
Aku menunggu kau hadir, aku menunggu
Aku menunggu hatimu, aku menunggu
Kebahagiaanku tak kubiarkan diatur orang lain
Dirimu, mungkin salah satu pengecualian
Siaplah wahai gadis baik hati
Aku sudah siap, siap menerima dirimu yang indah
Jakarta, 30 April 2014
Comments
Post a Comment