Terpandang dalam hati yang enggan berbisik
Meradang pada diri yang mulai merasakan satu
Menerjang patahan langit yang ingin ikut campur
Bergandeng dengan surga yang menyentuh diri
Kita, baru saja berbagi nestapa yang memiliki indah
Menggumam, berceloteh bagai waktu sudah hampir habis
Berjalan, walau ruang membatasai keniscayaan diri kita
Berirama, merdu bagai musik sang dewa harpa yang elok
Kuasa, aku berkata tanpa aku harus susah berupaya
Menggaet, alam yang terik menyinariku atas berkata
Merangkul, aku sudah menggambar yang belum nampak juga
Bernyanyi, merdu suara gelap yang terlampau indah
Selamat malam, wahai pagi hari
Aku harap aku sampai kepada hariku
Hari dari hati yang mulai menggelora
Kebahagiaan dalam pertemuan bait takdir
Jakarta, 29 April 2014
Comments
Post a Comment