Majemuk rasa seakan berkontestasi untuk menjadi penguasa
hati
Jiwa yang dulunya ranum kini dibiarkan menjadi jelaga
Jelaga putih yang seharusnya suci menjadi kekuatan biasa
Mengamini setiap niat tuannya
Tak mengenal baik buruk
Seperti denyutan nadi yang ingin usai
Napas begitu sesak saat jelaga itu ada
Rusak! Semua tak terbetulkan sedikitpun
Aku yang sedang menatap matahari rasanya lelah
Ku berhenti, ya, ku berhenti
Ku cari saja jalan lain menuju nirwanaku.[srjd]
Jakarta, 5 April 2014
Comments
Post a Comment