Rasanya, dunia sedang mengelabui rasaku
Menggelontorkan sisa kenistaan dalam mimpiku
Memenjarakan serabut rasa bahagiaku
Menatih setiap gelap kalbuku
Aku masih tak beranjak walau kurasa perlu
Aku hanya tak ingin meninggalkan kotak ini
Kotak yang berserah kepada setiap senyum
Kotak yang meresapi setiap embun siang hari
Rasanya aku sudah bebal
Rasanya aku tidak paham
Rasanya aku cukup gamang
Rasanya aku tak rampung
Dunia mayapada, restukah engkau?
Celoteh dewa menuliskan tentang itu
Bahkan malaikat menengadahkan tangannya
Berjejalan hanya demi kotak itu
Akhirnya aku paham mengapa ku tak meninggalkan kotak itu
Aku merajuk, kotak itu adalah persahabatan
Pemberi sezarah kebahagiaan di tengah kesesatan
Penyegar nafas yang berjejal dijebak tangis
Semoga, persahabatan ini terus berlangsung
Kita baru saja bertemu
Namun biarkan waktu sama-sama merangkul
Senang bisa bertemu, denganmu
Jakarta, 22 April 2014
Comments
Post a Comment