Skip to main content

Posts

Kesenjaan

Kesunyian senja selalu menjadi keindahan yang ternama Tersebut dalam setiap tatapan meringis jiwa Menghantarkan setiap suka masuk dalam napas Mengais hati yang dulunya pernah setia Melepas jas, mengambil kaleng, melontarkan ludah Mensiasati corengan biru sang langit sampai surga Dikjaya yang serupa dengan jingganya alam semesta Melepas anjing anjing peradaban ke arah manusia polos Terhalang gedung panas berwarna merah darah Terhalang putih rata sang awan yang hampir saja jatuh Dunia senja, dunia yang tidak terbatas pada luapan sajak Dunia senja, dunia yang menakuti orang agar kembali ke rumah Dunia senja, dunia yang kadang tak digubris oleh jalanan Dunia senja, dunia tapal batas, dunia yang menyatukan jiwa dan hati Dunia senja, dunia hati.[srjd] Jakarta, 19 Desember 2013

Mati Rasa

Rasa-rasanya aku sudah tidak lagi merasakan cinta Rasa yang kupunya sudah mati rasa, sepertinya Mati rasa, karna terlalu sering sakit karna terlalu baik Ya, aku terlalu baik pada rasa, terlalu mudah memaafkan rasa Hari ini cinta, esoknya tidak, esoknya lagi cinta, esoknya lagi tidak Upayaku untuk menangis pun sudah hampir usang, tiada guna Aku hanya mencari rasa yang sejati yang belum pernah kurasa Aku ingin pergi ke belahan dunia lain, mengadu rasaku pada keasingan Tempatku sekarang layaknya neraka yang bersampul surga Rasaku, kemana? Rasaku, mati.[srjd] Jakarta, 30 November 2013

Otak, Hati, dan Jiwa

Barusan aku mencarinya dalam kejauhan Menatapnya dalam kegelapan realitas Lagi, otakku terus menolak kehadirannya Tidak, tidak untuk hatiku yang sedang runyam Aku tak lagi bisa membedakan siapa yang benar Aku hanya mengikuti alur cerita diagonal ini Membentuk kurva kesepakatan dalam relung napas Tidak menyana dan tidak dinyana, hanya bentuk Aku tahu matahari amat sinis kepadaku Aku tahu dunia hanya tempatku berdrama Aku hanya sudah menemukan apa yang hatiku mau Jiwaku? Kuharap berbelah setelah semua ini selesai.[srjd] Jakarta, 23 November 2013

Paradoks

Aku bahkan belum lihat matanya, secara langsung Aku juga belum pernah mendengar, hembusan nafasnya Aku belum berkedip saat ada keganjilan di matanya Aku belum menutup hati, untuknya, yang belum terlihat Terlalu cepat ini terjadi, terjadi saat belum berlangsung Melihat sebuah wajah yang belum pernah ku lihat Keakutan hatiku, hampir saja semua orang mengetahuinya Tapi tak kubiarkan, aku belum lagi melihat, dunia siapapun Berbekal teman, berbekal nama yang virtual Hatiku seakan menjadi sebuah hologram Semu pada setiap gambaran modernitas Nyata dalam dunia yang semu Ini lucu, aku bahagia, bahkan hanya melihatnya dari kesemuan Aku senang, melihatnya menulis sebuah kalimat yang kukenal Diri ini dekat kepada yang belum pernah berdekatan sama sekali Aku jatuh cinta, kepada orang yang sama sekali belum kutemui.[srjd] Jakarta, 22 November 2013

Aku Kelabu

Terlalu banyak kekecewaan hari ini Hari di mana mengurung setiap rasa bahagia Mungkin karna ku terlalu mendongak ke atas Atau bisa jadi alam sedang mengerjaiku Terlalu kaku pikiran hari ini Walau banyak waktu berpikir yang ku miliki Seakan semua berlalu tanpa arah yang jelas Hilang sesaat walau berkata sangat mahal Aku sedang tidak mengenal diri ini Mungkin aku mengasihani hati kecilku Aku tidak bertemu senyuman yang pasti Mungkin karna aku terlalu ingin menangis Tak ada yang mampu ku tatap sekarang Hanya ada air mata yang mendobrak keluar Tertahan rasa gengsi pada ruangan sempit Untuk bersama, bersama kesatuan rasa Kosong, hati ini seakan sudah gelap Seakan sudah tidak ada harapan meraih hidup Tidak mengenal, ya siapa aku ini? Semoga semua selesai sampai saat ini saja, kesedihan.[srjd] Jakarta, 30 Oktober 2013

Matahari Di Atas Awan Hitam

Matahari, ya matahari Kilaunya sangat lah kuat di atas langit biru Hangatnya dibutuhkan makhluk tuk hidup Kesetiannya cukup dipuja setiap insan dunia Entah kenapa hilang Hilang dihadang awan hitam yang bukan hujan Awan hitam yang bergelantung manja di langit Awan hitam yang dibenci hati semua makhluk Bagaimana nasib matahari? Matahari selalu berundung dalam setiap doa Menjaga tanpa pernah mengeluh lelah Menjadi hidup untuk dirinya juga diri orang lain Setiap awan hitam merundung keramahan alam Menjegal setiap kehangatan yang pernah dirasa Menghalangi setiap terang hingga semua tersesat Kita sama-sama tahu matahari tidak berdiam Dia bersinar dalam gelap dunia sekalipun Mencurahkan segala energi yang pernah dirasa Awan hitam hanya sementara bergelayut Mencari penggalan hati yang ingin bahagia Angin datang Awan pergi tinggal matahari menuntaskan pekerjaannya Bersinar kembali penuh kebahagiaan dalam tiap tawanya Bergumul kembali kepada makh...

Ternyata

Dunia sepertinya sedang marah kepadaku Mereka skeptis pada apa yang ada padaku Bahkan yang belum menatap, mereka skeptis Aku tidak tahu apa kesalahan yang kuperbuat Mungkin aku yang terlebih dulu skeptis Kepada mereka yang sekarang tidak kupercaya Kepada mereka yang bersikap tidak sopan Kepada mereka yang menghancurkan dunia mereka Apakah itu karma yang paling cepat datang? Entah kenapa cerita ini hampir menyerupai cerita nabi Terpilihnya dia merasuk ke dalam nurani para nestapa Di balik itu semua, saat ku menceritakan kepada manusia Aku bahagia, ternyata aku senang.[srjd] Jakarta, 21 September 2013